Sunday, December 25, 2016

Australia & Inggris Menerbitkan Travel Advice ke Indonesia Karena Rawan Kasus Terorisme

Turis berjemur di pantai Kuta

Merebaknya kasus terorisme menjelang Natal dan akhir tahun di Indonesia membuat banyak negara kuatir. Diantaranya, Australia dan Inggris yang sampai mengeluarkan travel advice.

Sebagai fakta, sekitar 2 minggu yang lalu Datasemen 88 sempat melakukan penyergapan bom panci di kota Bekasi pada Sabtu malam (10/12) hingga bom di Tangerang Selatan pada Rabu pagi (21/12) yang mengindikasikan memang ada rencana terorisme menjelang Natal serta akhir tahun. Beberapa waktu yang lalu di bulan November 2016, bom pun meledak di sebuah vihara di Singkawang (14/11) dan juga Gereja Samarinda (13/11).

Untuk alasan keamanan, maka Kementerian Luar Negeri Australia dan Inggris pun mengeluarkan travel advice bagi warganya yang hendak berlibur ke Indonesia menjelang Natal dan Tahun Baru.

Turis mendapat sambutan di Bali

Seperti yang diketahui, travel advice adalah imbauan untuk berhati-hati dan bukanlah larangan berkunjung seperti travel warning. Biasanya travel advice diterbitkan oleh suatu negara bagi warganya yang hendak liburan ke suatu negara tertentu yang terkait dengan isu keamanan.

Dikutip  dari Kemlu Australia, Australia menyarankan warganya untuk berhati-hati ketika liburan ke Indonesia. Terutama ketika liburan ke pulau Bali.

Himbauan itu dikeluarkan oleh pihak Kemlu Australia terkait sejumlah penangkapan teroris oleh Datasemen 88 di beberapa lokasi di dekat Jakarta. Update terakhir dari Kemlu Australia adalah pada 21 Desember 2016 atau Kamis kemarin seperti tertulis di situs resminya.

Hal yang sama juga dikeluarkan oleh British Foreign Office. Menilik situsnya, pihak Kemlu Inggris juga Mengimbau warganya yang ada di Indonesia untuk berhati-hati. Terutama menjelang Hari Raya Natal, Tahun Baru dan Tahun Baru Imlek pada 28 Januari 2017 yang akan datang.

"Ada ancaman tinggi dari teroris. Grup teroris mulai merencanakan penyerangan dan memiliki kapasitas serta keinginan untuk melancarkan serangan kapan saja dan di mana saja di Indonesia," bunyi travel advice yang dikeluarkan oleh British Foreign Office (Kementrian Luar Negeri Inggris) di situs resminya.

Semoga pihak kepolisian dan terkait bisa menjaga keamanan sehingga tidak sampai terjadi kegiatan terorisme menjelang Natal serta Tahun Baru. Sehingga diharapkan pihak Kemlu Australia serta Inggris dapat merivisi status travel advicenya kembali. Jika Indonesia merupakan negara yang aman untuk berlibur.
Disqus Comments